Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Duniavegas Bandar Bola Online Terpercaya
Agen Togel Online Terpercaya Indodingdong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Gelandang Chelsea, Jorginho, sempat jadi bulan-bulanan kritik lantaran dianggap tak mampu melaksanakan tugasnya sebagai penyedia assist untuk rekan setimnya. Tapi sang pelatih, Maurizio Sarri, tak merasa pernah memberinya peran seperti itu.

Kritikan bermula dari mulut legenda Manchester United, Rio Ferdinand. Kata sosok yang dulunya pernah bermain sebagai bek itu, Jorginho tak memiliki kontribusi yang mencolok di lini tengah Chelsea karena kurangnya jumlah assist dari kakinya.

“Berapa banyak assist yang ia buat musim ini? Dia sudah melakukan 2000 umpan namun ia tidak membuat satupun assist.” cuap Ferdinand kepada BT Sport beberapa waktu lalu.

Bukan Penyedia Assist

Selain itu, publik beranggapan bahwa Sarri telah salah memasang Jorginho di posisi yang diyakini seharusnya jadi milik gelandang lainnya, N’Golo Kante. Namun, eks nahkoda Napoli tersebut merasa bahwa peran pemberi assist bukanlah tugas dari Jorginho.

“Bisakah Kante bermain di posisi Jorginho? Hanya selama 20 menit, bila saya harus mempertahankan hasil,” ujar Sarri di konferensi persnya, seperti yang dikutip dari football.london.

“Jorginho sangat mampu dalam menggerakkan bola, membangun aksi, tapi Jorginho biasanya bermain 40-45 meter dari gawang lawan. Jadi mustahil baginya untuk membuat umpan terakhir. Jorginho sangat bagus untuk tugas lainnya,” lanjutnya.

Beratnya Menjadi Pelatih Chelsea

Selain itu, Sarri juga berbicara soal sulitnya melatih klub sekelas Chelsea. Bahkan, ia merasa bahwa tugas yang diberikan kepadanya jauh lebih berat dari apa yang pernah dibayangkan saat baru tiba tahun 2018 lalu.

“Mungkin iya, tapi saya tahu betul bahwa ini akan menjadi sangat sulit. Sangat sulit karena, di sini, levelnya sangat tinggi. Sangat sulit karena tim ini memainkan gaya sepak bola yang berbeda,” imbuhnya.

“Sangat sulit karena tim ini juara dengan gaya sepak bola yang lain. Tapi saya pikir kami bisa melakukannya. Kami bisa mengembangkan diri, mengubah mentalitas, dan memainkan gaya sepak bola kami. Itu tidak mudah,” tandasnya.

Setelah ini, Sarri akan kembali memimpin anak asuhnya untuk menghadapi Huddersfield Town di ajang Premier League. Laga yang berlangsung pada hari Sabtu (2/2) malam nanti itu akan digelar di markas The Blues, Stamford Bridge.

No comments yet... Be the first to leave a reply!